Wakil Bupati (Wabup) Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin membuka Takjil War, kolaborasi 10 pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Ruko Dekranasda Kukar. *(ADV Diskominfo Kukar/vk)

Harianutama.id, TENGGARONG – Dalam semangat Ramadan 1446 H, Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin secara resmi membuka kegiatan Takjil War di Ruko Dekranasda Kukar, simpang tiga Gunung Pendidik, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, pada Minggu (16/3/2025) sore. Acara ini merupakan kolaborasi unik antara Pemerintah Kabupaten Kukar dan 10 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Takjil War mengusung konsep inovatif, di mana masyarakat bisa mendapatkan hidangan berbuka puasa hanya dengan membayar menggunakan doa. Antusiasme luar biasa terlihat sejak pukul 15.00 WITA, dengan ribuan warga berbondong-bondong hadir dan mengantre untuk mendapatkan takjil.
Wabup Kukar Rendi Solihin menyatakan bahwa program ini merupakan salah satu cara efektif untuk menumbuhkan semangat berbagi dan kebersamaan di tengah masyarakat, sekaligus menjadi ruang promosi yang sehat bagi pelaku UMKM.
“Saya melihat banyak dukungan dan semangat berbagi dalam kegiatan ini. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga momentum sosial,” kata Rendi.
Dalam kesempatan itu, turut hadir influencer Irfan Ghofur dan Kak Gem yang ikut memeriahkan suasana dan menarik perhatian masyarakat, terutama generasi muda. Keterlibatan mereka juga menjadi daya tarik tersendiri dalam membumikan nilai-nilai kebaikan di era digital.
Rendi berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan secara rutin setiap Ramadan dan diperluas pelaksanaannya hingga ke seluruh kecamatan yang ada di Kukar.
“Saya harap kedepannya acara seperti ini bisa digelar tahunan, dan kalau bisa di 20 kecamatan yang ada di Kukar,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi lokal berbasis kearifan dan semangat kebersamaan.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Dengan kegiatan seperti ini, kita tidak hanya berbagi makanan, tapi juga membagi peluang dan harapan untuk kemajuan,” ungkapnya.
Takjil War menjadi bukti bahwa Ramadan bisa menjadi ruang kreatif yang membangun, bukan hanya secara spiritual tapi juga secara ekonomi dan sosial. Pemkab Kukar berharap ke depannya, program serupa dapat disinergikan dengan program pembangunan ekonomi kerakyatan lainnya.
(*ADV Diskominfo Kukar/vk)

