Samri Shaputra, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda
Harianutama.id, Samarinda – Samri Shaputra, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, menyatakan keprihatinannya menyusul insiden tenggelamnya anak, yang terjadi di kolam bekas galian tambang batu bara beberapa pekan lalu.
Menurut Samri, tragedi ini menggarisbawahi kurangnya perhatian pemerintah dalam mengatasi bahaya kolam bekas tambang yang terus memakan korban jiwa, terutama anak-anak.
“Sudah terlalu banyak anak-anak yang tenggelam di kolam bekas galian tambang. Pemerintah harus segera mengambil langkah preventif yang lebih serius,” ujar Samri.
Anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga meminta tanggung jawab dari pemilik tambang terkait lubang bekas galian yang berbahaya.
Samri mendesak agar kepolisian turut menyelidiki insiden tenggelam di kolam tersebut, terutama jika terdapat indikasi operasi tambang ilegal.
“Pemimpin daerah harus memastikan keselamatan warganya dari ancaman seperti ini,” tambahnya.
Samri juga mengusulkan pembentukan tim pengawas dari dinas terkait untuk memantau aktivitas tambang yang berisiko.
Dia menegaskan perlunya pencabutan izin usaha bagi perusahaan tambang yang beroperasi tanpa izin legal.
“Tindakan tegas harus diambil untuk mencegah tragedi yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Adv/DPRDSamarinda)

