Camat Anggana Rendra Abadi. *(ADV Diskominfo Kukar/nr)

Harianutama.id, TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, menegaskan komitmennya dalam mengatasi ketimpangan pembangunan antarwilayah, khususnya di desa-desa pesisir yang selama ini masih minim infrastruktur.
Camat Anggana, Rendra Abadi, menyatakan bahwa wilayah seperti Sepatin, Muara Pantuan, dan Tani Baru telah ditetapkan sebagai fokus utama pembangunan. “Pemerataan layanan dasar harus jadi prioritas. Kami tidak ingin ada desa yang tertinggal,” ujarnya.
Salah satu langkah nyata adalah pengalokasian anggaran sebesar Rp5 miliar untuk Desa Sepatin yang digunakan untuk membangun jaringan listrik dan pengadaan genset berkapasitas tinggi. Rencana ini dipadukan dengan langkah lain seperti penyediaan air bersih melalui kerja sama dengan pihak eksternal.
“Kami tengah menjajaki opsi mendatangkan sumber air dari Kutai Lama, agar kebutuhan dasar bisa terpenuhi dengan cepat,” ucap Rendra.
Tak hanya infrastruktur, pendekatan pembangunan juga mencakup pemberdayaan ekonomi warga. Kecamatan Anggana meluncurkan pelatihan usaha kecil dan program ketahanan pangan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat pesisir.
“Kalau hanya bangun infrastruktur tanpa menyentuh kehidupan sosial-ekonomi warga, hasilnya tidak akan maksimal,” jelasnya.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Rendra mengintensifkan komunikasi dengan OPD dan lembaga mitra. Ia berharap dukungan lintas sektor ini mampu mempercepat pembangunan secara menyeluruh di kawasan pesisir.
“Kami ingin masyarakat pesisir juga punya akses yang setara dengan desa lain. Semua warga berhak atas layanan dan fasilitas yang layak,” tutupnya. (*)

