Kepala DPMD Kukar, Arianto. *(ADV Diskominfo Kukar/vk)

Harianutama.id, TENGGARONG — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara terus mendorong percepatan revitalisasi Posyandu melalui program Kukar Idaman. Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyatakan bahwa peningkatan layanan dasar Posyandu menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk mendukung kesehatan ibu dan anak di pedesaan.
“Posyandu merupakan ujung tombak layanan kesehatan dasar. Maka revitalisasi ini menyasar aspek fisik, sumber daya manusia, dan pelayanan,” ujar Arianto.
Ia menyebutkan, sejak 2023, sekitar 50–60 persen dari total target unit telah dibangun. Tahun 2025, DPMD akan memfokuskan pembangunan di 16 titik prioritas yang telah disurvei berdasarkan kebutuhan dan jumlah penduduk.
“Wilayah yang aktivitas Posyandunya tinggi dan lahannya tersedia kita jadikan prioritas. Termasuk desa yang mendapat hibah lahan dari masyarakat,” jelasnya.
Arianto menegaskan bahwa pembangunan fisik Posyandu juga diiringi dengan pelatihan kader, pengadaan alat kesehatan dasar, serta digitalisasi data pasien agar pelayanan lebih modern dan cepat.
“Kita tidak hanya bangun gedung. Kita siapkan sistem dan SDM-nya. Itu yang menjadikan Posyandu fungsional,” katanya.
DPMD juga mengusulkan agar Posyandu dijadikan pusat edukasi gizi, kesehatan reproduksi, dan pembinaan keluarga. Program ini dirancang bersama Dinas Kesehatan dan PKK kabupaten.
“Kita ingin Posyandu jadi rumah edukasi keluarga, bukan hanya tempat timbang bayi,” tambah Arianto.
Program revitalisasi ini, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan publik desa serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan bersama.
“Kalau masyarakat terlibat sejak awal, Posyandu akan hidup. Tidak hanya bergantung pada petugas,” pungkas Arianto.
(*ADV Diskominfo Kukar/vk)

